SMP IT Dar el-Iman

Kebersihan Lingkungan Sekolah

Penulis :
Raihanatul Jannah dan Elmira Munisa

SMPIT DAR EL-IMAN
Padang TA 2023/2024

Pendahuluan 

Latar Belakang

Kebersihan lingkungan sekolah dapat mempengaruhi Kesehatan, Tak hanya itu kebersihan lingkungan sekolah juga akan mempengaruhi keefektifan proses belajar mengajar. Salah satu contoh permasalahannya adalah kurangnya kesadaran warga sekolah dalam menjaga kebersihan. Akibatnya kebersihan lingkungan sekolah menjadi masalah yang terus berkembang. Hal ini memberikan dampak yang buruk bagi siapa saja. Sehingga menimbulkan penyakit-penyakit yang bisa menjangkit siapapun dan PBM yang tidak efektif serta kurangnya kenyamanan warga sekolah serta tamu atau wali murid yang datang. Untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, dibutuhkan kerja sama antar warga sekolah. Sehingga kebersihan lingkungan sekolah dapat terwujud dan memberikan manfaat bagi siapapun.

  1. Tujuan Pembuatan Artikel

Adapun tujuan pembuatan artikel ini adalah :

  1. Untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah
  2. Sebagai acuan dalam mencari solusi untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah
  3. Sebagai evaluasi terhadap kurangnya kesadaran warga sekolah mengenai kebersihan lingkungan
  4. Untuk memberikan pengarahan kepada warga sekolah tentang pentingnya kebersihan yang  berdampak pada seluruh aktivitas warga sekolah 

Pembahasan

Bersih secara bahasa berarti bebas dari kotoran dan suci. Secara luas, makna kebersihan berarti keadaan yang menurut pengetahuan manusia dianggap tidak mengandung noda atau kotoran. Kebersihan merupakan kunci kualitas kesehatan seseorang. Apabila seseorang menjaga kebersihan dengan baik, maka dia akan terhindar dari penyakit. Akan tetapi, jika ia tidak menjaga kebersihan dengan baik, maka dia akan cepat terkena penyakit.

 Kondisi Lingkungan sekolah tentunya akan mempengaruhi kesehatan dan semangat peserta didik dalam belajar, menaikkan reputasi dan citra sekolah, serta mendapat penghargaan dari para warga. Pembiasaan menjaga kebersihan juga akan berdampak langsung pada masyarakat sekitar, salah satunya masyarakat akan mencontoh pola hidup bersih dari warga sekolah. Lingkungan merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi belajar.

Menurut (Muhibbin, 2013) lingkungan merupakan factor eksternal yang dapat mempengaruhi nilai akademik peserta didik. Lingkungan sekolah juga merupakan sesuatu yang berpengaruh terhadap perkembangan individu, terutama karakter seseorang. Sampah juga berkontribusi dalam memperburuk perubahan iklim yang mengakibatkan pemanasan global. Tumpukan sampah di udara terbuka mengeluarkan gas metana, salah satu gas yang bertanggung jawab atas pemanasan global. Sehingga mengakibatkan  pemanasan global yang semakin meningkat.

Semua orang pasti mengetahui bahwa Kebersihan merupakan salah satu hal terpenting bagi kehidupan kita. Tetapi hanya sedikit orang yang menyadari bahwa terwujudnya lingkungan yang bersih terutama di sekolah memerlukan aksi bukan hanya basa basi. Untuk itu kita perlu memberikan pengarahan untuk mengubah pola pikir Masyarakat agar mereka tergerak untuk lebih peduli dan lebih berempati tehadap kebersihan lingkungan. Setiap sekolah tentu selalu mengajarkan kepada para peserta didiknya tentang tata cara menjaga lingkungan agar bersih dan sehat. Tetapi, hal ini sangat jarang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seharusnya, para guru memberikan contoh dan selalu membiasakan kepada para peserta didik untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah diajarkan agar para murid terbiasa menjaga kebersihan di dalam kehidupan sehari hari.

Beberapa penyebab dari lingkungan sekolah yang kotor adalah kurangnya kesadaran warga sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, mulai dari siwa yang tidak membuang sampah pada tempatnya, tidak melaksanakan piket, hingga tidak adanya guru yang memberikan pengarahan kepada para peserta didik tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Terkadang, penyebab dari kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan tersebut adalah mereka tidak mengetahui akibat dari perbuatan yang mereka lakukan, sehinggga mereka merasa tidak perlu bertanggung jawab dan beranggapan bahwa menjaga kebersihan hanya dilakukan oleh petugas kebersihan. Hal ini dikarenakan rendahnya rasa empati dan kepedulian terhadap lingkungan.

Untuk mengatasi itu semua, dibutuhkan peran dan kesadaran serta kerjasama warga   sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Para guru juga harus mengingatkan para murid untuk membersihkan kelas sebelum memulai proses belajar mengajar, mulai dari mengingatkan murid untuk melaksanakan piket, membuang sampah pada tempatnya, mengingatkan murid agar tidak mengotori apalagi merusak lingkungan sekolah sekaligus mencontohkan kepada para murid bagaimana tata cara menjaga kebersihan lingkungan mulai dari hal-hal kecil.

Para siswa juga harus mematuhi aturan tentang kebersihan seperti piket kelas, berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan, memungut sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, saling mengingatkan antar teman, ikut melakukan pemanfaatan barang-barang bekas, serta menjalankan metode pengolahan sampah, yaitu reduce, reuse, dan recycle atau yang biasa disebut dengan 3R.

  1. Reduce(mengurangi)

Seperti mengurangi penggunaan kantong plastik yang diganti dengan kantong plastik singkong atau tas kain.

  1. Reuse(menggunakan kembali)

Seperti menggunakan botol plastik yang bisa dipakai berulang kali.

  1. Recycle(mendaur ulang)

Seperti memanfaatkan kardus bekas menjadi bingkai foto.

 Pemasangan poster mengenai kebersihan juga menjadi solusi agar tamu ataupun wali murid yang datang ikut tergerak dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Cara selanjutnya adalah, diadakannya program kelas terbersih untuk memacu semangat para peserta didik dalam menjaga kebersihan. Namun, perlu diingatkan kepada para peserta didik bahwa menjaga kebersihan bukan hanya disaat adanya penilaian kelas terbersih ini saja, tetapi harus selalu diterapkan dimanapun dan kapanpun.

Cara lain dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah yaitu dengan mengenalkan metode Zero waste, yaitu menjauhi single use plastic atau plastik yang hanya digunakan sekali. Sekolah juga bisa memberikan pengarahan kepada peserta didik mengenai pemilahan sampah seperti sampah organic yang dipilah dengan sampah anorganic.

Dengan beberapa cara dan solusi tersebut, maka hal ini akan menjadi pembiasaan bagi semua orang sehingga menjaga kebersihan bukan hanya di lingkungan sekolah dan dilakukan oleh orang-orang tertentu saja, tetapi dimanapun dan kapanpun mereka berada. Selain dari itu, ini juga bisa meningkatkan sumber daya manusia dalam hal sosialisasi dan empati terhadap lingkungan sekitar.

Penutup

  1. Kesimpulan

Menjaga kebersihan sekolah merupakan hal penting, baik mencakup lingkungan ataupun fisik. Kebersihan lingkungan sekolah berdampak pada kesehatan dan seluruh aktivitas warga sekolah. Banyak cara yang dapat di lakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Maka dari itu dibutuhkan kerjasama antar warga sekolah dan masyarakat sekitar.

  1. Saran

Diharapkan semua warga sekolah serta masyarakat dapat menerapkan seluruh solusi yang telah disebutkan diatas demi terwujudnya sekolah yang bersih, aman dan sehat. Diharapkan juga ada penerapan gotong royong minimal sebulan sekali agar menjadi pembiasaan bagi warga sekolah dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekitar. Sehingga masalah lingkungan yang kotor bukan menjadi hal yang biasa untuk kedepannya.

Sumber:

http://digilib.unimed.ac.id/26239/4/10.%20NIM.%204131141006%20CHAPTER%20I.pdf

https://environment-indonesia.com/3r-reuse-reduce-recycle-sampah/ 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *